Contoh Pantun Nasib Dan Pengertiannya

Pengertian Ciri dan Contoh Pantun Nasib – Saat mempelajari Bahasa Indonesia tentang pantun, Anda pasti akan mengenal berbagai jenis pantun dengan isi yang berbeda-beda. Ya, karena jenis pantun dibedakan berdasarkan isi yang terdapat pada baris ketiga dan keempat.

Contoh Pantun Nasib Dan Pengertiannya

Seperti misalnya pada pantun nasehat, dimana di baris ketiga dan keempat yang merupakan bagian isi pantun berisi tentang nasihat-nasihat hidup yang bijak. Ini merupakan satu dari beberapa aturan dalam penulisan pantun. Kali ini akan dibahas tentang pantun nasib beserta beberapa bait contohnya.

Pengertian Dan Penjelasan Pantun Nasib

Pantun dibuat dengan mengikuti aturan yang mengikatnya. Ini karena pantun termasuk dalam kategori sastra puisi lama yang masih mengikuti aturan. Ada beberapa aturan yang harus diikuti ketika menulis pantun. Salah satunya seperti yang dijelaskan sebelumnya, yaitu meletakkan isi pada baris ketiga dan keempat. Sedangkan pada baris pertama dan kedua merupakan sampiran.

Karena itu, ketika membuat pantun dengan jenis yang berbeda, cara membedakannya adalah dilihat dari baris ketiga dan keempatnya. Contohnya pada pantun ini, yang di baris ketiga dan keempat menceritakan tentang nasib penulis.

Pengertian Pantun Nasib

Pantun Nasib adalah pantun yang menceritakan keadaan diri. Pantun ini biasanya menceritakan keadaan seseorang ketika berada di perantauan. Penulisan pantun nasib juga tak jauh berbeda dengan penulisan jenis pantun lainnya yang mengikuti aturan penulisan pantun. Aturan penulisan lainnya adalah jumlah baris dalam satu bait.

Untuk menulis pantun lama, setiap bait dalam sebuah pantun harus terdiri dari 4 baris. Dimana, dalam setiap baris itu harus terdiri dari kata dengan jumlah mulai dari 8-12 suku kata.

Aturan selanjutnya dalam penulisan pantun, termasuk juga pantun nasib adalah pemilihan sajak atau rimanya. Pantun identik dengan rima yang beraturan. Biasanya kalau tidak memiliki rima silang ( a b a b) atau sajak dengan pola sama (a a a a).

Ini merupakan aturan penulisan yang kemudian menjadi ciri khas dalam penulisan pantun. Aturan penulisan ini harus dipatuhi sebab, pantun termasuk puisi lama yang penulisannya masih terikat aturan. Untuk bisa memahami lebih dalam tentang pantun, berikut ini adalah beberapa bait contoh pantun nasib.

Contoh Pantun

Mendayung pelan menuju tepi
Lewat hutan rumah si lutung
Sungguh meratap diri di tengah sepi
Kala mengingat badan tak beruntung

Membuat api membakar bara
Bara terbakar api tak bisa sirna
Dalam hati cinta bergelora
Namun tak bisa miliki adinda

Tanam padi di sawah tanam sayur di ladang
Sayuran tumbuh dijual pada pedagang
Sungguh lelah pagi berangkat pulangnya petang
Berharap semoga laris semua dagang

Merdu nian suara kenari
Kenari terbang di atas melati
Kaki melangkah mencari rezeki
Berusaha keras doa mengiringi

Pohon bambu tumbuh menjulang tinggi
Tempat bermain sanak saudari
Ada kala untung ada kala rugi
Sungguh nasib pedagang tiadalah pasti

Ada kayu dalam peti
Kayu dan peti lalu dipecahkan
Adik memiliki rindu di hati
Tak tau siapa akan dicurahkan

Punya sawah luas banyak sayurnya
Sayur tumbuh diantara pepaya
Segala harta sudah dipunya
Hanya sayang belum ada pasangannya

Sungguh manis rasa buah naga
Dipotong empat disajikan di meja
Sungguh iri melihat teman berkeluarga
Tinggal menunggu giliran saya

Penjelasan dan beberapa contoh di atas adalah penjelasan dan contoh membuat pantun nasib. Pantun jenis ini menceritakan keadaan hidup seseorang dalam berbagai aspek. Dari contoh di atas, tidak selamanya pantun jenis ini berisi nasib yang nestapa. Ada pula beberapa contoh yang dibuat menarik dan lucu untuk menertawakan nasib yang kurang beruntung.

BAGIKAN

Tinggalkan komentar